Home Dumai Riau Nasional Politik Gosip Kriminal Musik Teknologi Edukasi Kesehatan Olahraga Kuliner Wisata Iklan
pekanbaru

Soal Defisit Anggaran, Gubernur Riau: Kondisi Keuangan Kita Sangat Berat

pukul


 


Hariangaruda.com I Pekanbaru - Gubernur Riau Abdul Wahid mengaku akan berupaya untuk menyelesaikan masalah defisit anggaran. Wahid mengatakan, setelah mulai masuk kerja sebagai Gubernur Riau pada Februari 2025, dia langsung mengadakan rapat membahas defisit anggaran. 


"Kami masuk Februari, langsung rapat segala macamnya, ketemulah angka defisit totalnya Rp 3,5 triliun," kata Wahid saat diwawancarai Kompas.com di Pekanbaru, Kamis (27/3/2025). 


Dia menyebut, defisit anggaran ini disebabkan oleh pendapatan di 2024 yang tidak sesuai dengan target, kalkulasinya tidak realistis sehingga belanjanya tidak dilakukan secara rasional. Tentu defisit ini menjadi beban di 2025, karena sifatnya utang pemerintah. 


"Lalu, apa yang harus dilakukan, tentu kita memangkas belanja di 2025. Dengan memasukkan beban di 2024, belum juga ketemu angka yang menggembirakan," ujar Wahid. 


Karena itu, dia harus berpikir tentang belanja-belanja yang memang paling penting, yaitu pelayanan publik. Yang utama adalah pendidikan dan infrastruktur jalan. Wahid menyebut, jalan-jalan di Provinsi Riau banyak yang rusak. Penyebabnya, ada yang disebabkan oleh banjir maupun umur pakai jalan. 


Selain itu, lalu lintas kendaraan over dimensi dan overload (ODOL) juga membuat jalan menjadi rusak. Kondisi ini perlu dilakukan perbaikan. 


"Saya cuma bisa menahan di situ, tidak bisa belanja yang lain. Itu pun, kondisi keuangan kita sangat berat," terang Wahid.  


Wahid mengatakan, dia tidak mau beban di 2024 dan 2025 berpindah ke 2026. Ia ingin menyelesaikan defisit anggaran ini di tahun ini. 


"Sehingga, di 2026 kita berdoa bersama, bekerja keras, agar tahun depan tidak menjadi beban seperti ini. Ini terus kita rapat maraton untuk menyelesaikan persoalan ini," pungkas Wahid.